Kumbung Jamur Parung kini menyediakan baglog Jamur Tiram yang sudah 75% terisi mycelium dengan harga Rp2,000 per baglog (belum termasuk biaya kirim). Penjualan hanya akan dilakukan kepada pembeli yang dapat menjual Jamur Tiram dengan harga minimal Rp7,500 per kg.
Dasar Perhitungan
Dengan asumsi pembeli membeli 2,500 buah baglog di mana untuk pemeliharaannya akan dibutuhkan seorang pekerja, dan dari data empiris diketahui bahwa 1 baglog akan menghasilkan maksimal 0,4 kg jamur tiram sampai panen terakhir, yang kurang lebih memakan waktu 4 bulan, maka dengan memperhitungkan upah kerja selama 4 bulan akan dikeluarkan biaya sebagai berikut:
- Untuk baglog: Rp2,000 x 2,500 = Rp5,000,000 (belum termasuk ongkos transpor baglog dari Parung ke lokasi kumbung milik pembeli)
- Untuk upah 4 bulan x Rp500,000 = Rp2,000,000
2,500 buah baglog akan menjadi maksimal 1,000 kg jamur tiram selama 4 bulan, dengan asumsi seluruh baglog tidak ada yang gagal. Maka penerimaan maksimal adalah:
7,500 x 1,000 kg = Rp7,500,000
Keuntungan Rp500,000 dengan belum memperhitungkan depresiasi bangunan (kumbung).


Permisi kang, saya ada beberapa pertanyaan.
satu kumbung bisa diisi berapa baglog ?
Setelah dipanen, jamur tiram bisa disimpan selama berapa lama supaya tidak busuk ?
tergantung luas kumbungnya. luas 100m2 bisa memuat 10.000 s/d 12.500 baglog. jamur tiram putih tidak dapat disimpan lama. maksimal 1- 2 hari.tetapi kalau disimpan di lemari es, bisa lebih lama sedikit.
karena itu memang sebaiknya membuat baglog sendiri, namun untuk pengusaha kecil yang modalnya terbatas, membuat baglog sendiri membutuhkan modal yang cukup relatip besar
Sadr Arya, maaf kami belum mengarah ke produksi keripik jamur. Sepanjang yang saya tahu ada powder yang harus ditaburkan dan dapat diperoleh dari beberapa supplier. Akan saya coba cari infonya dimana bisa diperolehnya.