“Secara garis besar, proses pembudidayaan tanaman hidroponik, terutama yang dilakukan oleh Parung Farm, dapat dipisahkan ke dalam 5 bagian. Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan, Panen, dan Packing.”
Persemaian
Rockwool, atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter.
Rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman, sekaligus penyedia nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu, rockwool juga berfungsi sebagai struktur penyangga yang cukup baik untuk tanaman tersebut.
Rockwool akan dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, disusun di dalam tray, dan dibasahi dengan air. Setelah itu, benih dimasukkan satu persatu dengan bantuan pinset.
Tray yang sudah berisi rockwool kemudian akan diletakkan pada greenhouse pembibitan.
Penanaman
Setelah 30—35 hari, tergantung jenis sayuran, bibit siap untuk ditanam pada greenhouse produksi. Potongan rockwool akan diambil satu persatu dan diletakkan pada lubang-lubang styrofoam.
Populasi per m² kira-kira adalah 20—30 batang tanaman, disesuaikan dengan jenis sayurannya.
Pemeliharaan
Pemeliharaan dalam bentuk pemupukan, pengairan, dan kontrol irigasi, dilakukan dengan rutin setiap hari.
Panen
Tanaman akan siap untuk dipanen setelah berada dalam greenhouse produksi selama 25—30 hari. Pemanenan umumnya, dan lebih baik, dilakukan pada pagi hari ketika tanaman berada dalam kondisi segar. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati karena tanaman mudah patah.
Tanaman yang sudah dipanen lantas diletakkan pada keranjang panen.
Packing
Hasil panen lantas dibawa ke ruangan packing. Di sini, tanaman akan disortir. Dedaunan yang patah, kuning, atau berlubang-lubang, akan dibuang. Setelah itu, tanaman kembali diletakkan ke dalam keranjang panen, atau dikemas ke dalam plastik sesuai permintaan.




