Organic/Organik

In our society, people only know that organic vegetable are vegetables that are grown in soil without the use of chemical or synthetic fertilizers and chemical pesticydes. This misconception is common, therefore you will find many vegetables in the supermarkets are sold as organic, because the producers claim that they are grown in soil,without using chemical fertilizer and pesticydes

While the true meaning of organic is  broader than that. It is described in the guide book SNI (Indonesia Naional Standards) issued / published by the National Standardization Agency (BSN). Mentioned in clause 1.2.12  is  that the term organic is defined as labeling stating that a product has been produced according to organic production standards and certified by official certification

That means that a product can be termed as organic , not only since the products are grown in soil without using chemical fertilizer and pesticydes, but  because the  system used .is also be according to organic standards, and this can only be found on products that have obtained certification, which put  the logo  Organic Indonesia 2010. on his packing 

Belo are pictures  at our organic  farm located in Cipanas

Pada umumnya masyarakat umum hanya mengetahui bahwa suatu jenis sayuran disebut organik, kalau sayuran tersebut ditanam di tanah tanpa menggunakan pupuk kimiawi ataupun sintetik dan tidak menggunakan pestisida kimia.Definisi ini yang umumnya di pergunakan oleh produsen sayuran yang menamakan produknya adalah organik dalam labelnya, yang banyak dijumpai  di supermarket di Jakarta dan ataupun di tempat lainnya.

Sedangkan sebenarnya pengertian organik adalah lebih luas daripada itu. Hal ini dijelaskan dalam buku panduan SNI ( Standar Naional Indonesia ) yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional ( BSN ) . Disebutkan diantaranya dalam butir 1.2.12 adalah bahwa yang diartikan organik adalah istilah pelabelan yang menyatakan bahwa suatu produk telah diproduksi sesuai dengan standar produksi organik dan disertifikasi  oleh lembaga sertifikasi resmi

Dengan  demikian yang di  perlu diperhatikan, selain produk tidak menggunakan pupuk kimia.sintetik dan pestisida kimia, juga adalah sistem pertaniannya, a.l. proses produksi dsbnya juga harus sesuai standar organik, dan ini hanya dapat dijumpai pada produk yang telah memperoleh sertifikasi, seperti halnya produksi ParungFarm dan produsen lain yang yang telah memperoleh sertifikasi organik, yang pada labelnya telah menggunakan logo Organik Indonesia 2010. karena penggunaan logo ini hanya boleh dipergunakan apabila produknya telah memperoleh Sertifikat Organik.

Sebagai informasi tambahan ,menurut mantan  Ketua Umum  Masyarakat Pertanian Organik Indonesia , Dr.Zaenal.  Soedjais, definisi Pertanian Organik adalah olah pertanian secara holistik tanpa menggunakan input yang terkontaminasi kimia, baik pupuk,pestisida, herbisida maupun bibitnya. Bahan baku yang dipkai adalah decay dari mahluk hidup seperti sampah tanaman, kayu, hewan dan diperkuat dengan mikroorganisme yang cocok, baik yang spesialis menambang N Nutrient dari udara maupun yang mempunyai kemampuan mendissolve P atau K dari dalam tanah sehingga bisa diserap akar tanaman. Masih tergolong organik juga apabila dicampur dengan materi yang bersifat natural seperti  phospat,pothas, zeolit, batubara dll.

Foto-foto

Fermentasi pupuk kandang

Persemaian sistem organik

Produksi sistem organik