12 orang petani dari Pekanbaru mengikuti latihan di Parungfarm bersama Bank Indonesia

Selama bulan Juli 2015 berhubung hari raya IdulFitri, pelatihan ditiadakan

 

Kami kutib berita sbb dari HidroponikCeria.com:

12 orang Petani ke Parungfarm bersama BI

HdiroponikCeria.com – 12 orang Petani ke Parungfarm bersama BI. Dalam rangka meningkatkan kemampuan bagi para petani hidroponik, Bank Indonesia secara khusus menjalankan program yang memfasilitasi 12 orang petani hidroponik untuk bisa bertandang dan berlatih di Parungfarm, Bogor.

12 orang Petani ke Parungfarm bersama BI

Kegiatan ini dilakukan, usai sebelumnya BI memberikan pelatihan kepada 60 orang petani hidroponik di wilayah Pekanbaru.

Menurut Syahruddin Harahap, yang merupakan Manager Unit Akses Keuangan dan juga UMKM dari Bank Indonesia di Kantor Perwakilan Riau, hari Kamis (12/12/14), menjelaskan bahwa sebelumnya Bank Indonesia telah melatih sebanyak 60 petani hidroponik di wilayah Pekanbaru.

Setelah dievaluasi secara khusus, didapatlah keputusan agar petani yang sudah berhasil dalam membudidayakan tanaman sayuran dengan cara hidroponik akan difasilitasi. Itu semua demi menambah pengetahuan dari para petani tersebut soal hidroponik.

“Mereka yang akan dilatih oleh Bank Indonesia itu, pada waktu sebelumnya telah berhasil mengembangkan bermacam varian jenis tanaman sayuran semisal bayam, kangkung, selada, cabe maupun sawi. Guna memperkaya wawasan pengetahuan mereka, sebanyak 12 petani hidroponik itu akan kami berangkatkan ke Parungfarm untuk menambah soal pengetahuan dan kemampuannya,” jelasnya.

Yudi Supriyono, yang merupakan Direktur Parungfarm mengatakan bahwa saat ini Parungfarm telah memiliki 2 pusat pengembangan tanaman hidroponik. Yang satu berada di wilayah Parung Bogor dan satunya lagi di area Puncak Bogor.

Yang berada khusus di Parung Bogor, lantaran wilayahnya dataran rendah, varian tanaman di sana yang dikembangkan masih terbatas. Semisal bayam dan kangkung, dan sebagainya. Sedangkan untuk Parungfarm yang berada di Puncak, saat ini ada tanaman selada, sawi Thailand dan juga pokcoi untuk dikembangkan secara intensif.

Ditanya soal produksi di pusat hidroponik Parungfarm ini, Yudi menjelaskan bahwa untuk saat ini produksi Parungfarm secara rutin disuplai ke banyak pusat perbelanjaan di area Jakarta. Sebagian yang lain dijual langsung kepada konsumen yang mengunjungi dan melihat lokasi pusat hidroponik tersebut.

Pak Nur, yang merupakan salah satu peserta pelatihan dari BI, menyatakan bahwa kegiatan dari Bank Indonesia tersebut sangatlah bermanfaat bagi dirinya yang saat ini hanya punya lahan sempit di area sekeliling rumahnya. Dengan mulai bertani secara hidroponik, ia mulai bisa menambah biaya agar dapur rumah tangganya tetap mengepul pasca naiknya harga bbm.

“Bertanam secara hidroponik di area rumah, selain bisa dapat penghasilan tambahan, kebutuhan sayuran untuk rumah tangga dapat juga terpenuhi. Oleh karenanya, biaya untuk kebutuhan rumah tangga bisa dihemat untuk yang lain,” jelas Nur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.